Kamis, 25 Februari 2016

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI TOLAK UKUR KINERJA KEUANGAN PADA PT.HANJAYA MANDALA SAMPOERNA,Tbk

A.    Latar Belakang

       Perusahaan secara periodik selalu mengeluarkan laporan keuangan yang dibuat oleh bagian akunting dan diberikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, misalnya pemerintah, kreditor, pemilik perusahaan dan pihak manajemen sendiri. Selanjutnya, pihak-pihak tersebut akan melakukan pengolahan data dengan melakukan perhitungan lebih lanjut untuk mengetahui apakah perusahaan telah mencapai standar kinerja yang dipersyaratkan atau belum.
       Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan rugi-laba, laporan perubahan modal,dan laporan arus kas. Tetapi, sesuai dengan pernyataan standar akuntansi keuangan No. 1 (revisi 2009) tentang penyajian laporan keuangan terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
1.      laporan posisi keuangan pada akhir periode;
2.      laporan laba rugi komprehensif selama periode;
3.      laporan perubahan ekuitas selama periode;
4.      laporan arus kas selama periode;
5.      catatan atas laporan keuangan.
       Laporan keuangan merupakan salah satu informasi yang sangat penting dalam menilai perkembangan perusahaan, dapat juga digunakan untuk menilai prestasi yang dicapai perusahaan pada saat lampau, sekarang dan rencana pada waktu yang akan datang.
       Laporan keuangan umumnya disajikan untuk memberi informasi mengenai posisi-posisi keuangan, kinerja dan arus kas suatu perusahaan dalam periode tertentu. Informasi tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam rangka membuat keputusan-keputusan. Penilaian tingkat keuangan suatu perusahaan dapat dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan perusahaan. Untuk mengetahui apakah laporan keuangan perusahaan dalam kondisi yang baik dapat dilakukan berbagai analisa, salah satunya adalah analisis rasio.
       Analisis rasio keuangan membutuhkan laporan keuangan selama sedikitnya 2 (dua) tahun terakhir dari berjalannya perusahaan. Analisis rasio keuangan,  membantu mengetahui tingkat kinerja keuangan perusahaan apakah baik atau sebaliknya. Analisis rasio dapat diklasifikasikan dalam berbagai jenis, beberapa di antaranya yaitu rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas. Tingkat likuiditas menunjukan sejauh mana kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan jaminan harta lancar yang dimilikinya. Sedangkan tingkat solvabilitas, menunjukkan sejauh mana kemampuan perusahaan dapat memenuhi semua kewajibannya dengan jaminan harta yang dimilikinya. Tingkat aktivitas untuk mengukur efektivitas suatu perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Tingkat profitabilitas, menunjukkan sejauh mana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan modal yang dimilikinya. Apakah perusahaan-perusahaan yang kelihatan besar sudah bisa menyatakan keefektifan kinerja perusahaan tersebut. Dengan mengetahui tingkat likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas suatu perusahaan, akan dapat diketahui keadaan perusahaan yang sesungguhnya sehingga dapat diukur tingkat kinerja keuangan dalam perusahaan.

B.     Indetifikasi Masalah

       Berdasarkan latar belakang penelitian diatas, maka indentifikasi masalah dalam penelitan ini adalah sebagai berikut :
1.    Perusahaan sering mengalami kesulitan untuk menentukan variabel apa yang menyebabkan terjadinya pembentukan keuntungan atau profit yang lebih maksimal.
2.    Perusahaan sering mengambil kebijakan yang kurang tepat untuk mengadakan penilaian atas kinerja yang telah dicapai
3.    Pihak manajemen mengalami kesulitan dalam menetapkan kebijakan yang akan diambil.
4.    Kurangnya pemahaman dalam menyusun laporan keuangan
5.    Kinerja keuangan yang belum maksimal.
6.    Keyakinan kreditor terhadap laporan keuangan perusahaan yang kurang maksimal.

C.    Pembatasan Masalah

       Dalam penelitian ini penulis membatasi permasalahan dengan memberikan penegasan terhadap variabel judul sebagai berikut :
1.      Laporan Keuangan
       Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Jadi laporan keuangan merupakan salah satu informasi yang sangat penting dalam menilai perkembangan perusahaan. Laporan keuangan dapat digunakan untuk menilai prestasi yang dicapai perusahaan pada saat lampau, sekarang dan rencana pada waktu yang akan datang.
       Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi.

2.      Analisis Laporan Keuangan
       Analisis laporan keungan yang dimaksud pada penelitian ini adalah Analisis laporan keuangan terdiri dari dua bagian kata, yaitu “analisis” dan laporan keuangan”. Analisis adalah penguraian suatu persoalan atau permasalahan serta menjelaskan mengenai hubungan antara bagian- bagian yang ada di dalamnya untuk selanjutnya diperoleh suatu pengertian secara keseluruhan. Sedangkan laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas.
       Tujuan analisis laporan keuangan mempunyai maksud untuk menegaskan apa yang diinginkan atau diperoleh dari analisis yang dilakukan. Dengan adanya tujuan, analisis selanjutnya akan dapat terarah, memiliki batasan dan hasil yang ingin dicapai.

3.      Kinerja Keuangan
       Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. unsur dari kinerja keuangan perusahaan yaitu Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran kinerja perusahaan disajikan pada laporan keuangan yang disebut laporan laba rugi, penghasilan bersih seringkali digunakan sebagai ukuran kinerja atau sebagai dasar bagi ukuran lainnya. Unsur yang langsung berkaitan dengan pengukuran penghasilan bersih ini adalah penghasilan (income) dan beban (expense).
       Ada tiga macam ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja secara kuantitatif yaitu:
a.       Ukuran kriteria tunggal(single criteria) adalah ukuran kinerja yang hanya menggunakan satu ukuran untuk menilai kinerja manajer.
b.      Ukuran kriteria beragam(multiple criteria) adalah ukuran kinerja yang menggunakan berbagai macam ukuran untuk menilai kriteria manajer.
c.       Ukuran kriteria gabungan (composite criteria) adalah ukuran kinerja yang menggunakan berbagai macam ukuran , untuk memperhitungkan bobot masing-masing ukuran dan menghitung rata-ratanya sebagai ukuran yang menyeluruh kinerja manajer.

D.    Perumusan Masalah

       Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis dapat merumuskan masalah penelitian ini sebagai berikut :
1.      Bagaimana kinerja keuangan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Jakarta jika ditinjau dari tingkat rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas?
2.      Seberapa besar hubungan analisis laporan keuangan terhadap penilaian kinerja keuangan perusahaan?

E.     Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.      Tujuan Penelitian
       Sesuai masalah yang diuraikan diatas, maka tujuan penulisan ini adalah:
a.       Untuk mengetahui kondisi kinerja perusahaan pada industry rokok
b.      Untuk mengetahui bagaimana hubungan anatara analisis laporan keuangan dengan penilaian kinerja perusahaan pada kelompok industri rokok.

2.      Manfaat Penulisan
       Adapun manfaat yang diharapkan dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
a.       Bagi penulis diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep, pengaruh analisis laporan keuangan dan hubungannya dengan penilaian kinerja perusahaan.
b.      Bagi perusahaan yang diteliti diharapkan dapat menjadi masukan dalam merumuskan kebijakan serta tindakan – tindakan selanjutnya sehubungan dengan penggunaan analisis laporan keuangan.
c.       Untuk dunia praktis, dapat dijadikan sumbangan pendidikan tinggi dalam menyusun dan meningkatkan kurikulum bidang akuntansi pada perguruan tinggi.
d.      Sebagai informasi yang dapat dipergunakan untuk bahan penelitian bagi peneliti yang berminat dalam bidang yang serupa.

F.     Kerangka Pemikiran

       Menurut Sekaran (dalam sugiyono, 2010:88) Kerangka berfikir merupakan modal konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Kerangka berfikir  dalam suatu penelitian perlu dikemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua variabel atau lebih.
       Menurut Barlian (dalam Maith:2013) Kinerja keuangan suatu perusahaan dapat diartikan sebagai prospek atau masa depan, pertumbuhan dan potensi perkembangan yang baik bagi perusahaan. Informasi kinerja keuangan diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi, yang mungkin dikendalikan di masa depan dan untuk memprediksi kapasitas produksi dari sumber daya yang ada. Pimpinan perusahaan atau manajemen sangat berkepentingan terhadap laporan keuangan yang telah di analisis, karena hasil tersebut dapat dijadikan sebagai alat dalam pengambilan lebih lanjut untuk masa yang akan datang.
       Dengan menggunakan analisis rasio, berdasarkan data dari laporan keuangan, akan dapat diketahui hasil-hasil finansial yang telah dicapai di waktu-waktu yang lalu, dapat diketahui kelemahan-kelemahan yang dimiliki perusahaan, serta hasil-hasil yang dianggap cukup baik. Hasil analisis historis tersebut sangat penting artinya bagi perbaikan penyusunan rencana yang akan dilakukan di masa datang. Dengan mengetahui kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan, dapat diusahakan penyusunan rencana yang lebih baik demi memperbaiki kelemahan-kelemahan tersebut. Hasil-hasil yang dianggap sudah cukup baik di waktu lampau harus dipertahankan dan ditingkatkan untuk masa-masa mendatang.
       Evaluasi kinerja keuangan dapat dilakukan menggunakan analisis laporan keuangan, di mana data pokok sebagai input dalam analisis ini adalah neraca dan laporan laba rugi. Analisis laporan keuangan dapat menggunakan rasio keuangan. Analisis rasio keuangan memungkinkan manajer keuangan danpihak yang berkepentingan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dengan cepat, karena penyajian rasio-rasio keuangan akan menunjukkan kondisi sehat tidaknya suatu perusahaan. Analisis rasio menghubungkan unsur-unsur rencana dan perhitungan laba rugi sehingga dapat menilai efektivitas dan efisiensi perusahaan.

likuiditas
       Analisis pos-pos neraca akan memberikan gambaran tentang posisi keuangan perusahaan, sementara analisis terhadap laporan laba rugi akan mendeskripsikan hasil atau perkembangan usaha dari perusahaan. Informasi yang bisa diperoleh dari evaluasi kinerja keuangan antara lain tentang kemampuan perusahaan melunasi utang jangka pendek, kemampuan perusahaan dalam membayar bunga pokok pinjaman, dan keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan besarnya modal sendiri. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan sebelumnya maka kerangka teoritis dapat digambarkan dalam gambar 1.

Analisis laporan keuangan

Time series

Cross section

solvabilitas

aktivitas

profitabilitas

kinerja
 











       Berdasarkan kerangka pemikiran diatas maka dapat diketahui kinerja pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna,tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 dengan menggunakan analisis time series dan cross section yang ditinjau dari rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas. Penilaian kinerja tersebut dilakukan dengan cara membandingkan rasio keuangan perusahaan setiap tahunnya yang kemudian diambil suatu kesimpulan.


G.    Hipotesis

       Hipotesis merupakan beban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, oleh karna itu rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam bentuk kalimat pertanyaan (Sugiyono, 2010:93). Perumusan hipotesis penelitian dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada faktor-faktor  empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.
       Penyusunan dan pengujian hipotesis sangat penting bagi suatu penelitian. Hipotesis disusun sebelum penelitian dilakasanakan karena hipotesis dapat mengarahkan penelitian, memperkecil jangakaun penelitian, memberi petunjuk pada tahap pengumpulan data, panduan dalam pengujian antara dua variabel atau lebih, dan membantu mengarahkan mengidentifikasi variabel yang akan diteliti.
       Hipotesis ada dua yaitu hipoteis nol (Ho) atau hipotesis statistic dan hipotersis alternative (Ha). Ho adalah hipotesis yang menyatakan hubungan yang definitif dan tepat diantara dua variabel. Secara umum hipotesis nol diungkapkan sebagai tidak terdapatnya hubungan (signifikan) antara dua variabel atau tidak adanya perbedaan signifikan antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya. Ha adalah hipotesis alternative yang menyatakan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih, bias juga menyatakan adanya perbedaan dalam hal tertentu pada kelompok yang berbeda.
       Dalam penelitian ini, hipotesis yang peneliti kemukakan adalah sebagai berikut :
1.      Rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kinerja keuangan suatu perusahaan.
2.      Laporan keuangan digunakan untuk mengetahui apakah perusahaan telah mencapai standar kinerja yang disyaratkan.


H.    Sistematika Penulisan

1.      Sampul muka,
2.      Halaman pengesahan,
3.      Halaman pernyataan,
4.      Halaman abstrak (bahasa Indonesia)
5.      Halaman abstract (bahasa Inggris)
6.      Kata pengantar
7.      Daftar isi
8.      Daftar table
9.      Daftar gambar
10.  Daftar lampiran
11.  Bagian utama
Bab I: Pendahuluan
a.    Latar Belakang Masalah
b.    Identifikasi Masalah
c.    Pembatasan Masalah
d.   Perumusan Masalah
e.    Tujuan dan Manfaat Penelitian
f.     Kerangka Pemikiran
g.    Hipotesis
h.    Sistematika Penulisan
i.      Teori / Tinjauan Pustaka/ Kerangka Pemikiran
Bab II: Tinjauan Pustaka
Bab III: Metodologi Penelitian
a.    Jenis Penelitian
b.    Model Penelitian
c.    Populasi dan Sampel
d.   Teknik Pengumpulan Data
e.    Pengolahan dan Analisis Data
f.     Operasionalisasi Variabel
Bab IV: Hasil dan Pembahasan
Bab V: Kesimpulan dan Saran
12.    Bagian akhir, terdiri dari
a.    Daftar Pustaka
b.    Lampiran (bila ada)
c.    Surat Bukti atau Keterangan Melakukan Penelitian

I.       Pendekatan Data dan Keilmuan

       Pengertian laporan keuangan menurut pandangan para ahli, diantaranya adalah:
1.      PSAK NO.1 tentang penyajian laporan keunagan (revisi 2009) menyatakan laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja  keuangan suatu entitas. Jadi laporan keuangan merupakan salah satu informasi yang sangat penting dalam menilai perkembangan perusahaan.
2.      Menurut Asmir (dalam Maith : 2013) laporan keuangan adalah laporan keuangan yang menunjukan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.
3.      Susilo (dalam Maith : 2013) menyatakan bahwa laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang memuat informasi informasi dan memberikan keterangan mengenai data ekonomi perusahan yang terdiri dari daftar-daftar yang menunjukan posisi keuangan dan hasil kegiatan perusahaan untuk satu periode yang meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, arus kas, catatan atas laporan keuangan.
4.      Kieso, Donald E. dkk (2008) berpendapat bahwa laporan keuangan merupakan sarana pengomunikasian informasi keuangan kepada pihak–pihak diluar perusahaan yang menampilkan sejarah perusahaan yang dikuantifikasi dalam nilai moneter.

       PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (”Perseroan”/“Sampoerna”) merupakan salah satu produsen rokok terkemuka di Indonesia yang  memproduksi sejumlah merek rokok kretek yang dikenal luas, seperti Sampoerna A Mild, Sampoerna Kretek, serta “Raja Kretek” yang legendaris Dji Sam Soe. Sejarah dan kesuksesan Sampoerna tidak dapat dipisahkan dari sejarah keluarga Sampoerna sebagai pendirinya. Pada tahun 1913, Liem Seeng Tee, seorang imigran asal Cina, mulai membuat dan menjual rokok kretek linting tangan di rumahnya di Surabaya, Indonesia. Perusahaan kecilnya merupakan salah satu perusahaan pertama yang memproduksi dan memasarkan rokok kretek maupun rokok putih. Setelah usahanya berkembang cukup mapan, Liem Seeng Tee mengubah nama keluarganya sekaligus nama perusahaannya menjadi Sampoerna, dan memindahkan tempat tinggal keluarga dan pabriknya ke sebuah kompleks bangunan yang terbengkalai di Surabaya, yang kemudian direnovasinya. Pabrik tersebut kemudian juga dijadikan tempat tinggal keluarganya, dan hingga kini, bangunan yang dikenal sebagai Taman Sampoerna tersebut masih memproduksi kretek linting tangan Perseroan.
       Generasi ketiga keluarga Sampoerna, Putera Sampoerna, mengambil alih kemudi Perseroan pada tahun 1978. Di bawah kendalinya, Sampoerna berkembang pesat dan menjadi perseroan publik pada tahun 1990 dengan struktur usaha modern, dan memulai masa investasi dan ekspansi. Selanjutnya, Sampoerna berhasil memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Keberhasilan Sampoerna menarik perhatian Philip Morris International Inc. (“PMI”), salah satu perusahaan tembakau terkemuka di dunia. Akhirnya pada bulan Mei 2005, PT Philip Morris Indonesia, anak perusahaan PMI, mengakuisisi kepemilikan mayoritas atas Sampoerna. Jajaran Direksi dan manajemen yang terdiri dari gabungan profesional Sampoerna dan PMI meneruskan kepemimpinan Perseroan dengan menciptakan sinergi operasional dengan PMI, sekaligus tetap menjaga tradisi dan warisan budaya Indonesia yang telah dimilikinya sejak hampir seabad lalu.

1.    Hasil Penelitian
a.       Rasio Likuiditas, yang dihitung dengan cara :
        Aktiva lancar
1)      Rasio Lancar (current ratio) = 
        Hutang Lancar

                     Aktiva Lancar-Persediaan
2)   Rasio Cepat (quick rat) io=
                     Hutang Lancar

          Kas
3)    Rasio Kas (cash ratio) =
                           Hutang Lancar


b.      Rasio solvabilitas, yang dihitung dengan cara :


                  Total Hutang
1)      Rasio Hutang atas Aktiva =
                   Total Aktiva

                   Total Hutang
2)      Rasio Hutang atas Modal =
  Total Modal

c.       Rasio aktivitas, yang dihitung dengan cara :

                   Penjualan
1)       Perputaran Total Aktiva =
                             Total Aktiva

            Penjualan
2)      Perputaran Aktiva Tetap =
            Total Aktiva Tetap

                    Piutang
3)      Rata-rata Umur Piutang =
                 Penjualan/365

           Harga Pokok Penjualan
4)      Perputaran Persediaan =
        Persediaan

d.      Rasio profitabilitas, yang dihitung dengan cara :



Penjualan bersih-harga pokok penjualan (laba bersih)
1)      Net Profit Margin =
             Penjualan

Laba Bersih
2)      Return On Asset =
Total Aktiva

Laba Bersih
3)      Return On Equity =
                           Modal

                         Laba Kotor
4)      Gross Profit Margin =
                           Penjualan

        Pendapatan Sebelum Bunga
dan Pajak
5)      Operating Profit Margin =
          Penjualan

       Berdasarkan analisis rasio keuangan yang diperoleh dari kantor IDX/Bursa Efek Indonesia dapat di interpretasikan terhadap item-item yang terdapat dalam laporan keuangan PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. kemudian hasilnya dihitung untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan.
a.       Rasio Likuiditas
Tabel 1 Perbandingan Rasio Likuiditas PT. HM Sampoerna Tbk. Tahun 2009 dan 2010

Keterangan
2009
2010
Hasil
Rasio Lancar
188,06%
161,25%
Turun
Rasio Cepat
48,68%
61,00%
Naik
Rasio Kas
7,85%
32,82%
Naik
                                                                                                                                           



Tabel 2 Perbandingan Rasio Likuiditas PT. HM Sampoerna Tbk. Tahun 2010 dan 2011
Keterangan
2010
2011
Hasil
Rasio Lancar
161,25%
174,93%
Naik
Rasio Cepat
61,00%
69,94%
Naik
Rasio Kas
32,82%
24,38%
Turun

Tabel 3 Perbandingan rasio Likuiditas PT. HM Sampoerna Tbk. Tahun 2011 dan Juni 2012
Keterangan
2011
Juni 2012
Hasil
Rasio Lancar
174,93%
142,15%
Turun
Rasio Cepat
69,94%
44,18%
Turun
Rasio Kas
24,38%
24,69%
Naik

b.      Rasio Solvabilitas
Tabel 4 Perbandingan rasio Solvabilitas PT. HM Sampoerna Tbk.Tahun 2009 dan 2010
Keterangan
2009
2010
Hasil
Interpretasi
Rasio Hutang atas Aktiva
40,92%
50,23%
Naik
Tidak Baik
Rasio Hutang atas Modal
69,3%
100,9%
Naik
Tidak Baik

Tabel 5 Perbandingan rasio Solvabilitas PT. HM Sampoerna Tbk. Tahun 2010 dan 2011
Keterangan
2010
2011
Hasil
Interpretasi
Rasio Hutang atas Aktiva
50,23%
47,35%
Turun
Baik
Rasio Hutang atas Modal
100,9%
89,93%
Turun
Baik

Tabel 6 Perbandingan rasio Solvabilitas PT. HM Sampoerna Tbk. Tahun 2011 dan Juni 2012
Keterangan
2011
2012
Hasil
Interpretasi
Rasio Hutang atas Aktiva
47,35%
56,70%
Naik
Tidak Baik
Rasio Hutang atas Modal
89,93%
130,81%
Naik
Tidak Baik

c.       Rasio Aktivitas
Tabel 7 Perbandingan rasio Aktivitas PT. HM Sampoerna Tbk. Tahun 2009 dan 2010
Keterangan
2009
2010
Hasil
Interpretasi
Perputaran Total aktiva
2,19 X
2,11 X
Turun
Tidak Baik
Perputaran Aktiva Tetap
9,04 X
10,61 X
Naik
Baik
Rata-rata Umur Piutang
6,6 hari
8,3 hari
Naik
Tidak Baik
Perputaran Persediaan
2,90 X
3,13 X
Naik
Baik

Tabel 8 Perbandingan rasio Aktivitas PT. HM Sampoerna Tbk. Tahun 2010 dan 2011
Keterangan
2010
2011
Hasil
Interpretasi
Perputaran Total aktiva
2,11 X
2,72 X
Naik
Baik
Perputaran Aktiva Tetap
10,61 X
13,72 X
Naik
Baik
Rata-rata Umur Piutang
8,3 hari
7,4 hari
Turun
Baik
Perputaran Persediaan
3,13 X
4,22 X
Naik
Baik

Tabel 9 Perbandingan rasio Aktivitas PT. HM Sampoerna Tbk. Tahun 2011 dan Juni 2012
Keterangan
2011
Juni 2012
Hasil
Interpretasi
Perputaran Total aktiva
2,72 X
1,66 X
Turun
Tidak Baik
Perputaran Aktiva Tetap
13,72 X
8,00 X
Turun
Tidak Baik
Rata-rata Umur Piutang
7,4 hari
15 hari
Naik
Tidak Baik
Perputaran Persediaan
4,22 X
2,31 X
Turun
Tidak Baik

d.      Rasio Profitabilitas
Tabel 10 Perbandingan rasio Profitabilitas PT. HM Sampoerna Tbk. Tahun 2009 dan 2010

Keterangan
2009
2010
Hasil
Interpretasi
Net Profit Margin
13,06%
14,80%
Naik
Baik
Return On Asset
28,73%
31,29%
Naik
Baik
Return On Equity
48,65%
62,88%
Naik
Baik
Gross Profit Margin
28,82%
29,17%
Naik
Baik
Operating Profit Margin
18,50%
20,16%
Naik
Baik

Tabel 11 Perbandingan rasio Profitabilitas PT. HM Sampoerna Tbk. Tahun 2010 dan 2011
Keterangan
2010
2011
Hasil
Interpretasi
Net Profit Margin
14,80%
15,26%
Naik
Baik
Return On Asset
31,29%
41,62%
Naik
Baik
Return On Equity
62,88%
79,05%
Naik
Baik
Gross Profit Margin
29,17%
28,74%
Turun
Tidak Baik
Operating Profit Margin
20,16%
20,64%
Naik
Baik

Tabel 12 Perbandingan rasio Profitabilitas PT. HM Sampoerna Tbk. Tahun 2011 dan Juni 2012
Keterangan
2011
Juni 2012
Hasil
Interpretasi
Net Profit Margin
15,26%
15,38%
Naik
Baik
Return On Asset
41,62%
25,54%
Turun
Tidak Baik
Return On Equity
79,05%
59,00%
Turun
Tidak Baik
1qawGross Profit Margin
28,74%
27,79%
Turun
Tidak Baik
Operating Profit Margin
20,64%
20,60%
Turun
Tidak Baik

2.    Pembahasan
a.       Rasio Likuiditas
       Ditinjau dari rasio likuiditas secara keseluruhan keadaan perusahaan berada dalam keadaan yang baik. Hal ini dapat kita lihat pada rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas bahwa pada dasarnya mengalami kenaikan. Semakin tinggi atau besarnya nilai rasio likuiditas ini menandakan bahwa keadaan perusahaan berada dalam kondisi baik atau liquid. Liquid yaitu keadaan dimana perusahaan dinyatakan sehat dan dalam keadaan baik karena mampu melunasi kewajiban jangka pendek.

b.      Rasio Solvabilitas
       Untuk rasio hutang atas modal, keadaan perusahaan sangatlah mengkhawatirkan. Hal ini dapat dilihat pada nilai rasio yang dialami oleh perusahaan, yaitu berkisar pada 69,3% sampai 130,81%. Semakin tinggi nilai rasio ini akan semakin buruk kinerja perusahaan. Untuk nilai 69,3% terjadi pada tahun 2009, selanjutnya naik menjadi 100,9% pada tahun 2010. Ini berarti pada tahun 2010 modal perusahaan sudah tidak lagi mencukupi untuk menjamin hutang yang diberikan oleh kreditur. Begitu juga yang dialami perusahaan pada pertengahan tahun 2012. Hal ini sangatlah tidak baik bagi keadaan perusahaan. Untuk hal ini perusahaan berada pada posisi insolvable yaitu keadaan dimana kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutangnya secara tepat waktu berada dalam posisi bermasalah bahkan cenderung tidak tepat waktu.

c.       Rasio Aktivitas
       Semakin kecil rasio ini, maka akan semakin buruk. Setiap tahunnya perusahaan ini mengalami kenaikkan, ini berarti bahwa perusahaan bekerja secara efisien dan likuid. Secara keseluruhan, untuk rasio aktivitas pada dasarnya keadaan perusahaan masih dikatakan baik. Hal ini dapat dilihat pada keempat rasio aktivitas menunjukkan adanya peningkatan di setiap tahun.

d.      Rasio Profitabilitas
       Semakin besar rasio ini akan semakin baik bagi kinerja perusahaan. Secara keseluruhan, untuk rasio profitabilitas ini perusahaan berada dalam keadaan yang baik. Hal ini dapat kita lihat pada peningkatan yang ada dalam data rasio profitabilitas. Peningkatan ini menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan untuk menghasilkan laba setiap tahun semakin meningkat.

J.      Tim Peneliti

       Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat :
1.      Kelmpok VI tugas mata kuliah metodologi penelitian
2.      Manajemen PT. Hanjaya Mandala Sampoerna, tbk yang telah memberikan ijin dalam melakukan penelitian ini.
3.      Kedua orang, kakak, adik, yang selalu memberikan dukungan, materil, dan doanya.
4.      Bapak Angga Hidayat yang memberikan arahan kepada penulis.
5.      Seluruh Dosen FE (Fakultas Ekonomi) PRODI Akuntansi yang telah memberikan ilmu pengetahuan penulis.
6.      Teman- teman kuliah yang saling mendukung dan memberikan saran serta masukan.
7.      Para staf perpustakaan Universitas Pamulang yang memberikan izin peminjaman buku untuk bahan referensi penulis.
   
K.    Jadwal Kegiatan

Judul Penelitian           :   Analisis Laporan Keuangan Sebagai Tolak Ukur Kinerja Keuangan Pada Hanjaya Mandala Sampoerna,tbk.
Dosen Pembimbing     :  Angga Hidayat


No

Kegiatan
2016
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agu
Sep
okt
1
Pengajuan Judul










2
Survei Awal










3
Penyelesaian dan Bimbingan proposal dari BAB I s/d BAB IV









4
Sidang Proposal










5
Revisi Proposal










6
Penelitian










7
Penyelesaian dan Bimbingan Skripsi










8
Sidang Skripsi










9
Revisi Skripsi










10
Wisuda












L.     Anggaran

1.    Penelitian proposal
a.       Fotocopy materi untuk literatur          Rp 200.000
b.      Rental komputer dan print                  Rp 100.000
c.       Biaya internet                                      Rp 50.000
d.      Transportasi                                         Rp 100.000
e.       Biaya tak terduga                                Rp 100.000
Jumlah                                                 Rp 550.000
2.      Administrasi penelitian
a.    Registrasi mata kuliaah skripsi            Rp 300.000
b.    Biaya izin penelitian di lokasi             Rp 75.000
3.      Pengumpulan dan analisa data
a.       Biaya internet dan telepon                  Rp 100.000
4.      Penyusunan hasil perbaikan
a.         Pengetikan dan print perbaikan
laporan                                                            Rp 275.000
b.         Penggandaan dan penjilidan               Rp 150.000
Jumlah                                                        Rp 1.600.000
5.      Biaya Bimbingan Skripsi                            Rp 1.000.000
6.      Biaya Wisuda                                             Rp 1.500.000
Biaya tak terduga                                       Rp.  350.000
Total                                                                Rp 4.300.000


M.     Pedoman Peliputan Data
       Pedoman peliputan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pengambilan dokumen laporan keuangan yang diperoleh dari IDX/Bursa Efek Indonesia malalui internet yang ada kaitannya dengan penelitian.

N.      Metodologi Penelitian

a.       Jenis Penelitian
       Jenis pennelitian yang penulis lakukan adalah penelitian yang bersifat studi kasus, yaitu jenis penelitian yang berisikan paparan atau data yang relevan dari hasil penelitian pada objek penelitian yang mencoba mengetahui dan memecahkan permasalahan yang dihadapi perusahaan.Sedangkan prosedur pemecahan masalah pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan menggambarkan keadaan yang menjadi focus dalam penelitian ini berdasarkan data yang telah dikumpulkan.

b.    Ruang Lingkup Penelitian
       Penelitian ini dilakukan di kantor IDX/PIPM Jakarta yang bertempat di Jln. Jend. Sudirman Kav 52-53 Jakarta. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2016.



c.       Populasi dan Sampel
       Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono,115:2010).   Populasi dalam penelitian ini adalah semua laporan keuangan perusahaan   PT.Hanjaya Mandala Sampoerna,tbk. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimilik oleh populasi tersebut (Sugiyono,116:2010).    Dalam penelitian ini sampel yang di ambil yaitu laporan keuangan perusahaan yang diterbitkan selama tiga tahun terakhir di tambah dengan laporan pada tengah tahun, laporan keuangan PT. Hanjaya Mandala Sampoerna, tbk tahun 2009, tahun 2010, tahun 2011 dan laporan keuangan bulan juni tahun 2012.

d.   Metode Pengumpulan Data
       Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data dalam penelitian ini, data sekunder berupa dokumen yang diperoleh dari IDX/Bursa Efek Indonesia malalui internet yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan pada perusahaan PT. Hanjaya Mandala Sampoerna,tbk tahun 2009 sampai dengan bulan juni tahun 2012.

e.       Pengolahan dan Analisis Data
       Metode analisa yang digunakan adalah metode analisa horizontal dengan membandingan laporan keuangan untuk beberapa periode. Dari hasil analisis ini akan terlihat perkembangan perusahaan dari periode satu ke periode yang lain. Dalam menganalisa dan menilai posisi keuangan dan potensi atau kemajuan-kemajuan perusahaan, faktor-faktor utama yang harus diperhatikan oleh penganalisa adalah rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas.

f.       Operasionalisasi Variabel
       Variabel yang diteliti adalah kinerja keuangan.Penjabaran atas kinerja keuangan meliputi rasio likuiditas,rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas. Rasio likuiditas (liquidity ratio) menggambarkan kemampuan    perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang telah jatuh tempo. Indikator-indikator yang digunakan:
1.      current ratio, yang merupakan rasio tingkat keamanan (margin of safety) kreditur jangka pendek atau kemampuan perusahaan membayar utang-utang tersebut;
2.      acid test ratio, yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban dengan tidak memperhitungkan persediaan
3.      cash ratio, yang menunjukkan ukuran kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibankewajiban dengan kas yang dimiliki.

Rasio solvabilitas (leverage ratio) mengukur sejauh mana perusahaan dibiayai dengan utang. Indikator-indikator yang digunakan:
1.      debt ratio, yaitu menghitung total aktiva milik perusahaan yang dibiayai oleh utang;
2.      time interest earned ratio, yang menunjukkan kemampuan laba usaha untuk menjamin beban bunga yang ditanggung perusahaan.

Rasio aktivitas (activity ratio) mengukur tingkat efektivitas pemanfaatan sumber daya perusahaan. Indikator-indikator yang digunakan:
1.      Periode pengumpulan piutang, yaitu rata-rata harian yang diperlukan untuk mengubah piutang menjadi kas, atau menunjukkan berapa waktu yang diperlukan sejak perusahaan melakukan penjualan secara kredit sampai dengan menerima pembayaran tunai;
2.      Perputaran piutang, di mana piutang yang dimiliki perusahaan mempunyai hubungan erat dengan volume penjualan kredit, sehingga posisi piutang dan taksiran waktu pengumpulan piutang dapat dilakukan dengan menghitung tingkat perputaran piutangnya, yakni dengan membagi total penjualan kredit dengan rata-rata piutang;
3.      Perputaran persediaan, dimana prosedur serupa dengan mengevaluasi piutang dapat digunakan, yaitu menghitung tingkat perputaran persediaan yang merupakan rasio antara jumlah pokok barang yang dijual dengan nilai rata-rata;
4.      Perputaran total aktiva, yang menunjukkan bagaimana efektivitas perusahaan menggunakan keseluruhan aktiva tetap untuk menciptakan penjualan dan mendapatkan laba, di mana tingkat perputaran ditentukan oleh elemen aktiva itu sendiri.

Rasio profitabilitas (profitability ratio) mengukur tingkat efektivita pengelolaan perusahaan yang ditunjukkan oleh jumlah keuntungan yang dihasilkan dari penjualan dan investasi. Indikator-indikator yang digunakan:
1.      gross profit margin, yaitu rasio antaralaba kotor (gross profit) yang diperoleh perusahaan dengan tingkat penjualan yang dicapai pada periode yang sama;
2.      net profit margin, yaitu rasio atau perbandingan antara laba bersih yang telah dicapai dengan tingkat penjualan;
3.      return on investment (ROI), menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aktiva yang digunakan.


O.    Daftar Pustaka

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta: Alfabeta.
Maith, Hendry Andres (2013). “Analisis Laporan Keuangan Dalam Mengukur      Kinerja Keuangan Pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna”. Jurnal EMBA http://ejournal.unsrat.ac.id/index.pph/emba/article/viewfile/2130/1692

Kieso, Donald E., Warfield Terry D., & Weygandt Jerry J. 2008. Akuntansi Intermediate, Edisi ke – 12, Jakarta : Erlangga.